Sabtu, 31 Januari 2026

 **BERITA LIPUTAN KHUSUS**


**DINAS PENDIDIKAN KAB. LAMONGAN GELAR WORKSHOP REVOLUSIONER: INTEGRASI KODING DAN PENDIDIKAN INKLUSI UNTUK GURU PAUD**


**LAMONGAN** – Dalam upaya mewujudkan generasi masa depan yang tangguh, kreatif, dan berempati sejak dini, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, bekerjasama dengan HIMPAUDI, IGTKI, dan IGRA setempat, menyelenggarakan kegiatan monumental: “Applied Workshop Integrasi Koding dan Pendidikan Inklusi pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)”. Workshop intensif selama 10 hari, dari 12 hingga 21 Januari 2026 ini, digelar di dua lokasi strategis: Aula KPRI Handayani dan Auditorium Budi Utomo, Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).



Kegiatan yang diikuti oleh ratusan guru, pendamping, dan pengelola PAUD se-Kabupaten Lamongan ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Fafa Ahfar, S.Pd., yang akrab disapa Kak Fafa, seorang praktisi guru konten kreator dengan mengajarkan coding untuk anak, membawakan materi coding. Sementara itu, pendekatan inklusi dan aspek perkembangan anak dibawakan secara gamblang oleh dr. Catur, spesialis jiwa yang banyak berkecimpung dalam pendidikan inklusif.


**Menyiapkan Anak Didik di Era Digital dengan Pendekatan Setara**




Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Drs.Shodiqin M.Pd. yang diwakili oleh Bapak Sekdin , dalam sambutan pembukaan  menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran. “Era ini menuntut anak tidak hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta. Di sisi lain, tugas kita sebagai pendidik adalah memastikan setiap anak, dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam, mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Workshop ini adalah jawaban konkret untuk dua tantangan besar tersebut,” ujarnya.




Ketua HIMPAUDI Kabupaten Lamongan, Ibu Siti Asyiyah, S.Pd.S.Sn.
, menambahkan bahwa semangat inklusi harus dimulai dari PAUD. “Inklusi bukan sekadar program, tapi filosofi penerimaan. Dengan mengintegrasikannya dengan keterampilan masa depan seperti koding, kami ingin membangun fondasi yang kuat: anak-anak yang tidak hanya cerdas secara teknologi tetapi juga memiliki hati yang lapang dan mampu bekerjasama dalam keberagaman.”


**Metode Belajar Sambil Bermain yang Menarik dan Adaptif**


Selama sepuluh hari, peserta tidak hanya mendapatkan teori. Kak Fafa mendemonstrasikan bagaimana konsep pemrograman dasar seperti algoritma, logika, dan sequencing dapat diajarkan melalui permainan fisik, cerita, dan alat peraga sederhana seperti kartu bergambar dan balok. “Koding untuk PAUD bukan tentang layar komputer atau bahasa rumit. Ini tentang melatih cara berpikir terstruktur, pemecahan masalah, dan kreativitas. Ini bisa diterapkan untuk semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dengan modifikasi yang tepat,” jelas Kak Fafa antusias.




Materi dari dr. Catur melengkapi dengan pemahaman mendalam tentang karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti anak dengan disleksia, ADHD, spektrum autisme, dan hambatan fisik. Dr. Catur mengajarkan cara mengidentifikasi tanda dini, teknik komunikasi efektif, serta strategi modifikasi aktivitas coding agar dapat diakses dan dinikmati oleh semua anak. “Kuncinya adalah memahami, bukan melabeli. Ketika guru memahami ‘mengapa’ seorang anak bertindak, maka ‘bagaimana’ mengajarnya akan menemukan jalan. Setiap anak bisa belajar coding dengan caranya sendiri,” tegas dr. Catur.



Peserta workshop, seperti Bu Desi dari salah satu peseta Kecamatan Modo, mengaku sangat terbantu. “Selama ini saya bingung bagaimana mengenalkan logika dan juga menangani anak yang sangat aktif atau yang sulit fokus. Di sini saya dapat ‘toolkit’ lengkap: permainan coding yang seru dan sekaligus cara memodifikasinya sesuai kebutuhan anak didik. Sangat aplikatif!”




**Komitmen Berkelanjutan untuk PAUD Lamongan yang Unggul dan Ramah**



Workshop ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menerapkan ilmu yang didapat langsung di satuan pendidikan masing-masing. Dinas Pendidikan Kab. Lamongan juga berencana melakukan pendampingan lanjutan dan monitoring untuk memastikan dampak nyata dari pelatihan ini.



“Ini adalah langkah awal yang signifikan. Ke depan, kami akan kembangkan model pembelajaran integratif ini menjadi modul baku yang bisa digunakan seluruh PAUD di Lamongan. Target kita, Lamongan menjadi pelopor PAUD inklusif yang melek teknologi dan berkarakter,” tutup Kepala Bidang PAUD dan PNF, Dinas Pendidikan Kab. Lamongan.



Dengan diselenggarakannya workshop ini, Kabupaten Lamongan menunjukkan visi yang progresif dalam membangun pendidikan anak usia dini yang tidak hanya menyiapkan anak menghadapi masa depan digital, tetapi juga membentuk mereka menjadi manusia yang inklusif, toleran, dan siap hidup berdampingan dalam segala perbedaan.